INSTITUT OTDA

Institut Otda adalah lembaga non-pemerintah yang didedikasikan untuk memajukan pemahaman tentang otonomi daerah di Indonesia. Kami berkomitmen untuk memberikan kontribusi yang signifikan dalam memperkuat kemandirian dan keberlanjutan pemerintahan daerah melalui edukasi, riset, dan advokasi. Dengan tim yang terdiri dari pakar otonomi daerah, akademisi, dan praktisi yang berpengalaman, Otda Institut berusaha menjadi pusat pengetahuan dan sumber daya yang dapat diandalkan bagi semua pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses otonomi daerah.

Prof. Dr. H. Djohermansyah Djohan, MA — Presiden Institut Otonomi Daerah

Presiden Otda Institut

Prof. Dr. Djohermansyah Djohan, M.A. (lahir 21 Desember 1954) adalah seorang Akademisi, Birokrat dan pakar Otonomi Daerah Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Otda Kemdagri) sejak tahun 2010.
Ia pernah disebut-sebut akan diangkat menjadi pejabat gubernur di Aceh, karena terjadinya polemik yang berlarut-larut seputar Pemilukada Aceh 2012 untuk pemilihan gubernur periode tahun 2012-2017. Pada 15 November 2013, melalui Keputusan Presiden (Keppres), ia ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Riau, dan dilantik pada 21 November 2013 oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi. Ia ditugaskan untuk mengisi kekosongan kekuasaan karena pada 21 November 2013 masa jabatan Rusli Zainal sebagai Gubernur nonaktif Riau dan H.R. Mambang Mit sebagai Wakil Gubernur Riau telah berakhir. Djohermansyah Djohan akan mengisi jabatan kosong tersebut sampai dilantiknya gubernur terpilih hasil Pemilukada Riau 2013.[3]